SURABAYA - Polisi aktif memburu pemilik senjata api (senpi). Sabtu lalu (1/11), seorang bos ekspedisi bernama Charles P. Sanjaya ditahan karena memiliki sepucuk pistol yang izinnya telah mati. Polres Surabaya Utara masih mencari sepuluh pemilik senpi lain yang izinnya juga kedaluwarsa.
Charles, 34, berurusan dengan Satreskrim Polres Surabaya Utara setelah diketahui sering membawa pistol di kawasan Perak. Anak buah Kasatreskrim AKP Andy Arisandi pun mendatangi rumah Charles di Jalan Simpang Darmo Permai Utara. Setelah dicek, izin senpi milik Charles itu telah habis pada 16 Desember 2006.
Polisi menyita pistol berbentuk seperti FN merek C 283 kaliber 8 milimeter dengan nomor B 2634 tersebut. Selain itu, polisi mengamankan 12 peluru karet dalam selongsongnya. Sempat terjadi perdebatan antara Charles dengan petugas tentang kepemilikan senpi tersebut. Namun, setelah petugas meminta surat izin senpi, Charles tak bisa berkelit.
"Hampir dua tahun dia membawa-bawa senpi tanpa izin," terang Kapolres Surabaya Utara AKBP Nasri. Polisi, lanjut Nasri, langsung membawa Charles ke Mapolres Surabaya Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa penyidik, Charles menjelaskan bahwa senpi tersebut tidak digunakannya untuk macam-macam. "Kata dia, hanya untuk jaga diri," ujar petugas yang memeriksa Charles.
Charles mengaku, senpi tersebut dibeli dari sepupunya yang bernama Minarso pada 2005. "Harganya Rp 36 juta," tutur petugas itu. Setelah membeli senpi, sebenarnya Charles langsung mengurus izinnya hingga keluar. Izin tersebut akhirnya habis pada 16 Desember 2006. Setelah itu, Charles tak pernah memperpanjangnya lagi.
Nasri menegaskan, kecil kemungkinan Charles mengantongi izin lagi. "Sebab, ada instruksi dari Mabes Polri untuk memperketat pengeluaran izin senpi. Bila tak terlalu krusial, senpi yang beredar harus digudangkan," tutur mantan Kasatpidum Ditreskrim Polda Jatim tersebut.
Selain itu, Nasri mengatakan punya sepuluh TO (target operasi) lagi pemilik senpi tersebut. "Untuk itu, saya mengimbau yang merasa memiliki senpi tanpa izin segera menyerahkannya daripada kami harus bertindak tegas," tutur perwira dengan dua mawar di pundak tersebut. (ano/roz)
Produk ini telah ditambahkan ke dalam katalog kami pada Sabtu 05 September, 2009.